Rengasdengklok, Karawang - Di tengah musim hujan yang terus mengguyur wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, aktivitas masyarakat di berbagai daerah kerap terganggu.
Jalan tergenang, sungai meluap, bahkan sejumlah rumah terendam banjir. Kondisi ini berdampak pada tersendatnya aktivitas ekonomi dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Namun, situasi tersebut tidak menyurutkan semangat ribuan jamaah untuk tetap beristikamah menghadiri kegiatan keagamaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Albaghdadi, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Setiap malam Minggu, termasuk malam Minggu Kliwon, ponpes ini rutin menggelar dzikir dan manakib yang menjadi magnet bagi umat dari berbagai daerah.
Pada Sabtu malam Minggu, 17 Februari 2026, ribuan jamaah dari berbagai provinsi seperti Aceh, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, hingga Kalimantan, memadati Ponpes Albaghdadi untuk mengikuti Dzikir dan Manakib Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani RA. Meski hujan deras mengguyur tanpa henti, jamaah tetap hadir dan mengikuti acara dengan penuh kekhusyukan.
Kegiatan ini menjadi penguat iman dan penenang batin di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat akibat cuaca ekstrem. Banyak jamaah meyakini bahwa dengan memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, hati dan pikiran akan menjadi lebih tenang dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Pengasuh Ponpes Albaghdadi, Abah KH. Junaedi Albaghdadi, dalam berbagai kesempatan kerap mengingatkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Ia mengajak umat untuk senantiasa kembali ke jalan Ilahi sebelum ajal menjemput.
“Jangan takut dan jangan khawatir. Manakib tidak membawa kepada kesesatan. Mari berpikir jernih dan jangan mempolitisasi kegiatan keagamaan,” pesannya kepada jamaah.
Ia juga mengajak umat untuk bangkit dan tidak larut dalam kesedihan akibat keadaan. Menurutnya, setiap kesulitan pasti disertai kemudahan, dan takdir Allah SWT selalu mengandung kebaikan bagi hamba-Nya.
(NSH)


