BEKASI - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi mencatat rata-rata 20 hingga 30 warga mengajukan bantuan setiap harinya melalui berbagai program sosial yang tersedia.
Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi, Syamsul Badri Islamy, mengatakan seluruh program bantuan yang dimiliki BAZNAS diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, mulai dari bantuan pendidikan, kesehatan, biaya hidup, hingga kebutuhan sosial lainnya.
“Kalau dibilang prioritas, semuanya prioritas. Setiap hari ada sekitar 20 sampai 30 warga yang mengajukan bantuan ke BAZNAS dengan persyaratan KTP, KK, dan SKTM,” ujar Syamsul, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, BAZNAS Kota Bekasi saat ini memiliki sekitar 90 program bantuan yang dapat diakses masyarakat sesuai kebutuhan dan kriteria yang telah ditetapkan.
Untuk bantuan pendidikan dan kesehatan, setiap pemohon diwajibkan melengkapi dokumen pendukung yang nantinya akan melalui proses verifikasi sebelum bantuan disalurkan.
Syamsul juga menegaskan bahwa pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Bekasi dilakukan secara transparan dan akuntabel. Laporan keuangan secara rutin disampaikan kepada BAZNAS Jawa Barat, Pemerintah Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi, serta DPRD Kota Bekasi setiap enam bulan sekali.
“Kami memiliki kewajiban melaporkan keuangan secara periodik. Selain itu, kegiatan dan program BAZNAS juga dapat diakses masyarakat melalui media sosial resmi BAZNAS,” katanya.
Selain program reguler, BAZNAS Kota Bekasi juga memiliki program bantuan khusus, salah satunya Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Dalam program tersebut, setiap penerima dapat memperoleh bantuan hingga Rp17,5 juta untuk perbaikan rumah.
Namun demikian, program Rutilahu memiliki kuota terbatas sehingga calon penerima harus melalui tahapan seleksi, survei lapangan, dan verifikasi data sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan.
Syamsul memastikan seluruh bantuan yang diajukan masyarakat akan melalui proses verifikasi agar penyalurannya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
“Setiap bantuan yang diajukan akan diverifikasi terlebih dahulu untuk memastikan benar-benar sesuai kebutuhan dan tepat sasaran,” pungkasnya.
(Red)


